kisah cinta

 Kisah Cinta


Di rumah tropis dengan dinding hijau cerah dan halaman rindang seperti foto itu, tinggallah Rina dan Adi. Mereka bertemu di pasar desa, cinta pandang pertama yang tumbuh jadi ikatan abadi. Rina, gadis desa yang suka tanam bunga, menikah dengan Adi, pemuda kota yang jatuh hati pada senyumnya.


Suatu malam hujan, Adi pulang lelah dari sawah. Rina tunggu di teras, pegang secangkir teh hangat. "Capek ya, Mas?" tanyanya lembut, rambutnya basah embun. Adi peluk pinggangnya, "Nggak, asal ada kamu." Mereka duduk di kursi bambu, dengar hujan deras di atap seng. Adi cerita mimpi bangun rumah lebih besar, Rina bilang, "Yang penting kita bareng, seperti pohon dan akarnya."


Tahun berganti, mereka punya anak, Rian, yang lahir di kamar sederhana itu. Saat Rian main di halaman berbatu, kejar daun jatuh, Rina dan Adi pandang satu sama lain. "Kamu ingat pertama kali?" bisik Adi. Rina tersenyum, "Pandang itu ubah hidupku." Tapi tantangan datang—Adi sakit parah, dokter bilang butuh operasi mahal. Rina jual perhiasan, tanam lebih giat, "Aku nggak mau kehilanganmu."


Adi sembuh, peluk Rina erat di teras. "Cinta kita seperti sungai di desa—mengalir tak terbendung." Kini, keluarga kecil itu hidup damai, di tengah pemandangan desa yang hijau, kisah cinta mereka jadi legenda tetangga. Setiap pagi, Adi cium kening Rina, "Terima kasih jadi cerita indahku."





Komentar